Selama latihan, mereka menemukan tantangan yang tidak terduga. Zeya, yang terbiasa menulis dalam keheningan, harus belajar mengekspresikan emosinya di depan kamera. Kimcil, meskipun berpengalaman di studio, harus menyesuaikan gerakannya dengan pencahayaan panggung yang berubah‑ubah. Sementara Sange, yang selalu mengandalkan improvisasi, harus berkoordinasi dengan drummer baru yang belum terlalu familiar dengan lagunya.
Pembukaan dimulai dengan puisi Zeya yang dibacakan sambil alunan gitar Sange mengalun lembut di latar belakang. Kata‑kata Zeya tentang “cinta pada kebebasan berkreasi” menggetarkan hati penonton, mengundang tepuk tangan hangat. kompilasi talent zieya hijabers kimcil sange omek indo18 new