Bagi yang mencari pengalaman berbeda, pada tahun 2023, sutradara Thomas Negovan merilis . Versi ini berusaha memulihkan visi awal Gore Vidal dan Tinto Brass. Adegan hardcore hasil rekaman Penthouse dihapus seluruhnya, digantikan dengan efek visual modern dan narasi yang lebih koheren.

Namun, produser film ini adalah Bob Guccione, pendiri majalah dewasa Penthouse . Ketika Brass menyelesaikan syuting, Guccione secara diam-diam memproduksi ulang film tersebut. Ia menambahkan adegan hardcore (adegan seks tidak disimulasikan) yang direkam berbulan-bulan setelah syuting utama, menggunakan body double dan aktor porno. Hasilnya? Sebuah film yang tidak bisa disebut "film bioskop biasa" maupun "film dewasa murni".

After the death of the depraved Emperor Tiberius, Caligula takes the throne with the support of the Praetorian Guard.

The demand for "Caligula Sub Indo" (Caligula with Indonesian subtitles) remains high among cinema history buffs and fans of controversial classics. This 1979 film is legendary for its production scandals, extreme content, and its depiction of the Roman Empire's most notorious leader. Memahami Sejarah Film Caligula (1979)

: Ia sangat membenci para senator sehingga ia mengancam akan menjadikan kuda kesayangannya,

: Film ini secara visual menunjukkan kemerosotan moral di Capri dan Roma, di mana kesenangan duniawi dan kekejaman berjalan beriringan. Hubungan Terlarang