Bagi generasi 90-an dan 2000-an di Indonesia, momen liburan sekolah atau perayaan Natal rasanya tidak lengkap tanpa kehadiran Kevin McCallister di layar televisi. Meskipun kita semua tahu bahwa film ini berasal dari Amerika Serikat, ada satu elemen unik yang membuat Home Alone (1990) terasa begitu dekat dengan hati penonton lokal:
: Dalam beberapa versi dubbing internasional (termasuk Indonesia), beberapa adegan kecil seperti cuplikan film Angels with Filthy Souls (film hitam-putih yang ditonton Kevin) seringkali tidak disulihsuarakan dan tetap menggunakan audio bahasa Inggris aslinya untuk menjaga nuansa klasiknya.
Outside the glass, the technical crew nodded. In Indonesian, the frantic pace of Kevin’s realization sounded even more chaotic. Budi focused on the "Kevin-isms." When Kevin was eating a massive sundae, Budi had to sound like his mouth was full of chocolate: "Kalian menyerah, atau kalian mau lagi?" (Are you guys giving up, or are you thirsty for more?)
Seringkali, stasiun TV Indonesia membeli paket tayang yang sudah termasuk jalur suara Bahasa Malaysia dari distributor internasional, sehingga penonton mendengar aksen Malaysia saat menonton di TV Indonesia.