Seminggu kemudian, Nenek Lela mengundang Toa dan Mira ke di rumahnya. Di sana, bibi-bibi dan sepupu‑sepupu menunggu dengan tanya‑jawab yang tak henti‑hentinya. Saat Toa memperkenalkan dirinya sebagai “software engineer di VEN 168”, bibi Sari menanyakan: